Harga Minyak Melonjak di Tengah Kekhawatiran Perang Kembali Memengaruhi Rantai Pasokan

Berita Hari Ini Harga Minyak Melonjak di Tengah Kekhawatiran Perang Kembali Memengaruhi Rantai Pasokan

Harga minyak naik 1% ke level tertinggi dalam dua minggu pada hari Jumat, dipicu oleh kekhawatiran baru terkait perang. Harga USOIL kembali mendapatkan support di sekitar level $67.00 dan kini menargetkan level resistance di $71.75. 

Tolak ukur Brent dan WTI masing-masing naik sekitar 6% selama pekan ini, mencatat level tertinggi sejak November akibat eskalasi perang di Ukraina. Presiden Vladimir Putin menyatakan bahwa Rusia akan terus menguji rudal hipersonik Oreshnik dalam pertempuran dan sudah memiliki stok siap pakai. 

Sementara itu, Amerika Serikat memberlakukan sanksi baru terhadap Gazprombank Rusia. Presiden Joe Biden ingin memastikan langkah ini memberikan tekanan kepada Rusia sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari. Kremlin menanggapi bahwa sanksi ini adalah upaya untuk memperlambat ekspor gas Rusia, tetapi pihaknya optimis akan menemukan solusi. 

J.P. Morgan memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global melambat dari 1,3 juta barel per hari (mbd) tahun ini menjadi 1,1 juta barel per hari tahun depan. Mereka juga mencatat bahwa China diperkirakan akan memimpin pertumbuhan permintaan minyak untuk terakhir kalinya sebelum India mengambil alih posisi tersebut pada 2026. 

—  

Ikuti IATC untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan meningkatkan keterampilan Anda!  

Semua aktivitas trading melibatkan risiko, kerugian dapat melebihi deposit Anda.  

#IATC #IATCMarketNews #USOil #komoditas #minyakmentah #brent #WTI