Saham Tesla (NYSE: TSLA) turun sebesar -6% setelah penjualannya mengalami penurunan tahunan untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade. Saham TSLA melemah ke $378,77 pada Kamis, kini turun 22% dari level tertinggi Desember yang berada di atas $480.
Penurunan saham produsen mobil listrik ini membuat investor khawatir, seiring dengan meningkatnya persaingan di sektor EV meskipun Tesla telah menerapkan strategi pemotongan harga. Penjualan Tesla hanya turun -1,1% secara global pada 2024, namun ini merupakan penurunan penjualan tahunan pertama sejak setidaknya 2015.
Permintaan mobil listrik (EV) menurun di Amerika Serikat dan kawasan lain, dari 1,81 juta unit pada 2023 menjadi 1,79 juta unit. Ini juga menjadi masalah bagi manajemen, yang sebelumnya memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 50%.
Tesla mengirimkan 495.570 unit kendaraan pada kuartal keempat, naik 2,3% dari kuartal sebelumnya, tetapi Q4 memang selalu menjadi periode penjualan yang kuat. Namun, angka ini masih di bawah proyeksi terbaru Wall Street yang memperkirakan 498.000 unit. Analis juga mencatat bahwa harga jual rata-rata Tesla turun ke $41.000 selama kuartal tersebut, yang merupakan level terendah dalam empat tahun terakhir.
—
Ikuti IATC untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan meningkatkan keterampilan Anda!
Semua aktivitas trading melibatkan risiko, kerugian dapat melebihi deposit Anda.
#IATC #IATCMarketNews #TSLA #saham #EV