Fokus Saham Micron dan Chip saat Laporan Pendapatan Dirilis

Produsen chip Micron (NYSE: MU) dijadwalkan untuk merilis laporan pendapatan terbarunya pada hari Rabu. Harga saham MU diperdagangkan mendekati level tertinggi tahun 2022 di sekitar $97,62. 

Micron Technology dihadapi oleh banyak analis yang pesimis terhadap panduan manajemen untuk kuartal mendatang. Saham Micron telah naik 4,7% tahun ini, namun baru-baru ini mengalami penurunan. Saat ini, sahamnya turun sekitar 40% dari level tertinggi sepanjang masa sebesar $153,45 pada bulan Juni. 

Perubahan sentimen investor terjadi setelah saham semikonduktor secara umum melemah, ketika investor mengalihkan dana dari saham teknologi, persaingan di sektor ini meningkat, dan ketegangan geopolitik juga bertambah. Indeks PHLX Semiconductor telah turun 14% dari penutupan tertinggi tahun 2024 sebesar 5.904,54 pada bulan Juli. 

Analis BNP Paribas, Karl Ackerman, memperkirakan Micron akan berkinerja lebih rendah dibandingkan dengan sektor semikonduktor berbasis kecerdasan buatan hingga tahun 2025. Ackerman mengatakan kelebihan pasokan memori berkecepatan tinggi (HBM) akan menekan harga jual rata-rata chip memori perusahaan tersebut. 

Ikuti IATC untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan meningkatkan keterampilan Anda! 

Semua aktivitas trading melibatkan risiko, kerugian dapat melebihi deposit Anda. 

#IATC #IATCMarketNews #Micron #MU #saham #semikonduktor

Stimulus Besar Pemerintah Membuat Saham China Melonjak

Saham-saham China melonjak lebih dari 7% setelah pemerintah mengumumkan langkah-langkah stimulus baru. Harga indeks China 50 melonjak ke 12.316 pada hari Selasa, melewati empat level resistance yang sebelumnya diidentifikasi. 

Bank Sentral China (People’s Bank of China) menyatakan bahwa mereka telah memotong suku bunga acuan sebesar 50 basis poin dan mengurangi jumlah cadangan kas yang harus disimpan oleh bank (reserve requirement ratio) sebesar 20 basis poin. 

Gubernur PBoC, Pan Gongsheng, mengatakan bahwa langkah-langkah ini seharusnya “mendukung pertumbuhan ekonomi China yang stabil” dan “mendorong rebound harga secara moderat.” 

Pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin dari Federal Reserve pekan lalu, ditambah dengan pemotongan serupa dari China, merupakan tanda bahwa bank-bank sentral khawatir tentang arah ekonomi global. Saham Asia juga terdorong, dengan Hang Seng naik lebih dari 3%, sementara harga minyak juga naik 1,51%. 

Ikuti IATC untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan meningkatkan keterampilan Anda! 

Semua aktivitas trading melibatkan risiko, kerugian dapat melebihi deposit Anda. 

#IATC #IATCMarketNews #CH50 #saham #indeks #ratecut