Harga emas mencapai level tertinggi sepanjang masa pada hari Rabu, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk aset safe-haven di tengah ketidakpastian politik yang meningkat di Amerika Serikat dan Jepang.
Awalnya, harga emas memulai minggu dengan tenang karena serangan Israel ke Iran yang tidak seintensif yang diperkirakan, menunjukkan kemungkinan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Namun, pemilihan presiden AS 2024 yang akan datang pada 5 November tetap menjaga permintaan untuk investasi safe-haven. Ketidakpastian politik di Jepang juga meningkat setelah koalisi yang dipimpin Partai Demokrat Liberal yang berkuasa kehilangan mayoritasnya dalam pemilu baru-baru ini, yang semakin memicu permintaan untuk aset safe-haven.
Harga spot emas naik 0,4% menjadi $2.785,47 per ons, mencapai rekor tertinggi $2.790,01 sebelumnya pada hari itu, sementara kontrak berjangka emas Desember naik 0,6% menjadi $2.796,85 per ons.
Dengan semakin dekatnya pemilihan presiden AS, pasar tetap tegang saat Donald Trump dan Kamala Harris bersaing ketat. Polling terbaru menunjukkan Trump mendapatkan sedikit keunggulan, meskipun analis menganggap hasilnya terlalu sulit untuk diprediksi.
Di Timur Tengah, ketegangan terus berlanjut dengan Iran yang berjanji untuk membalas serangan Israel baru-baru ini, sementara Israel mempertahankan aksi militer terhadap Hamas dan Hezbollah, yang menunjukkan ruang terbatas untuk deeskalasi.
Data ekonomi dan suku bunga, seperti data PDB kuartal ketiga AS, tolok ukur inflasi favorit Federal Reserve, dan data nonfarm payroll, memainkan peran penting dalam membentuk sentimen investor. Rilis ini mendahului pertemuan Federal Reserve, di mana pemotongan suku bunga moderat sebesar 25 basis poin diantisipasi. Suku bunga AS yang lebih rendah biasanya menguntungkan aset tanpa hasil seperti emas.
—
Ikuti IATC untuk mempelajari lebih lanjut tentang trading dan meningkatkan keterampilan Anda!
Semua aktivitas trading melibatkan risiko, kerugian dapat melebihi deposit Anda.
#IATC #IATCMarketNews #xauusd #trading #commodities