
Seperti pasar lainnya, harga emas dan perak digerakkan oleh penawaran dan permintaan. Namun, faktor di kedua sisi sedikit berbeda dengan komoditas lain.
Permintaan emas dan perak
Emas dan perak dihargai karena penggunaannya dalam perhiasan, tetapi juga karena sifat teknik dan kelistrikannya.
Perak memiliki konduktivitas listrik tertinggi di antara semua logam, sehingga menjadikannya komponen kunci dalam baterai dan elektronik – yang berarti permintaan diperkirakan akan meningkat seiring pergeseran industri ke arah energi ramah lingkungan. Perak juga populer di bidang kedokteran gigi dan peralatan makan karena sifat anti bakterinya.
Tidak seperti kebanyakan logam lainnya, trader juga mempertimbangkan emas karena dipandang sebagai safe haven utama, biasanya tahan terhadap gejolak pasar dan mempertahankan nilainya dalam periode penurunan ekonomi. Perak juga dipandang serupa, namun tidak sampai pada tingkat yang sama dengan emas.
Secara historis, salah satu penentu harga emas yang paling dapat diandalkan adalah tingkat suku bunga riil, atau suku bunga saat ini dikurangi inflasi.
Ketika suku bunga riil rendah, alternatif investasi seperti uang tunai dan obligasi cenderung memberikan imbal hasil yang rendah atau negatif, sehingga mendorong investor untuk mencari cara lain untuk melindungi nilai kekayaan mereka.
Di sisi lain, ketika suku bunga riil tinggi, imbal hasil yang tinggi dimungkinkan dalam bentuk uang tunai dan obligasi, dan daya tarik memegang logam mulia yang hanya sedikit digunakan dalam industri akan berkurang. Salah satu cara mudah untuk melihat proksi suku bunga riil di Amerika Serikat, negara dengan perekonomian terbesar di dunia, adalah dengan melihat imbal hasil Treasury Inflation-Protected Securities
Peningkatan permintaan dapat mendorong harga naik, seperti yang terjadi pada tahun 2020 ketika ketidakpastian ekonomi seputar pandemi virus corona menyebabkan spekulan pasar mengambil pola pikir ‘menghindari risiko’.
Pasokan emas dan perak
Pasokan emas dan perak, di sisi lain, digerakkan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia yang menambang kedua logam ini, lalu memurnikan dan menjualnya.
Pasokan emas yang tersedia untuk ditambang terbatas – tidak akan ada lagi yang tersisa untuk para penambang pada tahun 2070, menurut perkiraan saat ini. Namun, kurangnya pasokan ini diimbangi dengan fakta bahwa emas sangat jarang digunakan – hampir semua emas yang pernah digunakan masih ada di suatu tempat. Oleh karena itu, hingga pasokan habis, jumlah emas yang tersedia akan terus meningkat.
Perak, di sisi lain, biasanya ditambang sebagai produk sampingan dari logam lain. Contohnya, saat permintaan tembaga atau timbal tinggi, suplai perak dapat meningkat.